Kamis, 25 November 2010

Cara-cara nyontek yang harus teman ketahui :D

temanku haruss tauu
                                                                    \



Nyontek saat ujian itu sesungguhnya tradisi yang gak bagus. Bisa dikategorikan haram malah. Tapi tuntutan untuk lulus dengan nilai tertentu terkadang memaksa para siswa kita untuk  melakukan berbagai macam cara. Termasuk nyontek. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, ternyata kebiasaan nyontek juga ikut berkembang makin canggih. Informasi tentang 9 Cara Nyontek yang biasa dilakukan pasa siswa, yang ana kutip dari “terselubung.blogspot.com” kayaknya cukup bermanfaat buat para guru. Ini dia, 9 Cara nyontek yang biasa dilakoni murid-murid kita.


1. “Memory External”
Cara ini adalah yang paling sering dilakukan & sangat efektif. Menggunakan kertas kecil, sehingga memudahkan saat misi mencontek dilakukan. Cara ini memiliki resiko yg tidak terlalu besar. Mengapa? Kerena dengan ukuran kertas yg kecil, pergerakan saat mencontek tidaklah terlalu membuat guru curiga & juga cukup mudah menghilangkan barang bukti jika guru curiga. Jika guru mulai mencurigai kita, kita bisa langsung meremas” kertas tersebut & membuangnya jauh” atau bisa kita sembunyikan di sepatu/kaos kaki. Namun semua itu haruslah dilakukan dengan sangat cepat & hati-hati. Cara ini tidak disarankan untuk yang duduk di depan karena sangat beresiko tinggi.


2. “Hardisk”
Cara ini sangatlah beresiko tinggi. Tingkat kegagalannya juga besar. Cara ini hanya dipakai oleh pelajar yg malas (malas belajar maupun malas bikin contekan ) & mempunyai nyali tinggi. Cara ini sangat beresiko & mempunyai tingkat kesulitan yg tinggi karena butuh meja berkolong, harus membolak-balik halaman, menimbulkan suara & pergerakan yg mencurigakan. Jika ketahuan gurupun sangatlah sulit menghilangkan jejak & urusannya bisa panjang. Lagi-lagi cara ini sangat tidak disarankan bagi yg duduk depan.












3.  “Sharing & Security”
Nah cara ini juga termasuk yang paling sering dilakukan di kelas ane. Dalam cara ini ada 2 tokoh yaitu server & client. Kelas bagaikan sebuah jaringan komputer. Server haruslah orang yg pintar dalam suatu mata pelajaran. Server bertugas membagi jawaban yg ia tahu kepada para client. Di dalam kelas haruslah terdapat banyak server untuk berbagai pelajaran. Karena jika hanya mengandalkan 1 server, daya jangkaunya sangat sempit. Cara penyebaran jawaban bisa melalui sobekkan kertas, finger code (jika soal pilihan ganda), ataupun peer 2 peer (melalui percakapan tanpa suara) Cara ini tidak akan berjalan baik jika ada murid yg pelit/tukang ngibul. Cara ini butuh waktu yg cukup lama karena butuh waktu yg cukup lama karena harus melewati beberapa tahapan yaitu, proses “upload” jawaban oleh server, “download” jawaban oleh client, & proses penyebaran jawabannya. Cara ini dapat diaplikasikan untuk yang duduk depan. Resiko ketahuannya tergantung pada kekompakkan & kekreatifan dlm menyebarkan & menerima jawaban.






4.  “Mbah Google”
Cara ini bermodalkan hp & pulsa. Sebenarnya cara ini sama dengan cara no 3, bedanya cuma teknologi yg dipake lebih canggih & modern. Tapi resiko kegagalannya lumayan besar. Apalagi klo ketahuan & diambil guru tuh hp bisa” pindah kepemilikan & urusannya bisa lebih panjang dari no. 3.








 


5.  “Spy Shot”
Cara ini digunakan jika teman sebangku anda pelit. Anda harus mempunyai mata yg tajam & memanfaatkan waktu secepat mungkin utk melakukannya. Cara ini kurang efektif karena biasanya orang yg pelit berusaha semaksimal mungkin utk menyembunyikan jawabannya. Dia juga punya trik” yg membuat anda tidak dpt melihat/meniru jawabannya.





6.  “Poto Kupi”
Cara ini banyak digunakan oleh para pelajar yg malas membuat contekan. Biasanya mereka mem poto kupi buku cetak / catatan. Biasanya buku/catetan difotocopy perkecil 30-40 kali.  
















7.  “Hi-Tek”
Sekarang sudah jamannya teknologi. Semua sudah terkomputerisasi. Begitupun dengan mencontek. Sebenarnya cara ini sama dengan cara no. 4, bedanya hanya cara ini tdk membutuhkan pulsa. Jaman sekarang mencontek dapat menggunakan alat” canggih seperti hp ataupun jam tangan, dll. Untuk soal matematika & eksak bisa menggunakan kaluklator hp. Untuk soal b. ing/bhs asing lainnya bisa menggunakan kamus di hp. Untuk soal hafalan bisa menggunakan notes di hp. Bahkan temen ane ada yg punya jam tangan yg bisa masukin contekan.












8.  “Cari Inspirasi di WC”
Cara ini cara yg cukup ampuh jika kita sudah mentok & gak punya contekan. Biasanya anda harus bekerjasama menaruh buku/catetak/contekan lainnya di WC (tentunya di tempat yg tersembunyi). Jika anda bener” sudah mentok barulah anda pergi ke WC utk melihatnya. Jangan beramai-ramai pergi ke WC karena akan membuat guru curiga. Tapi cara ini sudah banyak diketahui oleh guru, jd sebaiknya berhati” lah!















9.  “Ngebatik”
Ngebatik adalah cara mencontek dengan media tangan ataupun meja. Cara ini adalah cara kuno namun cenderung efektif & cukup aman. Cara ini bisa digunakan bagi yg duduk depan, namun harus berhati” & waspada!

Rabu, 24 November 2010

DANAU BAWAH TANAH TERINDAH ;)


  Pesona alam ternyata bukan hanya berada diatas bumi, tapi jugapesona tersebut juga ditemukan dalam tanah berbentuk gua.
Beberapa gambar gua yang terdapat dibeberapa negara ini menunjukkan betapa hebatnya maha pencipta menyuguhkan keindahan alamai yang sangat sulit jika dibuat oleh tangan-tangan manusia.

Mellisani Caves



Cheddar Gorge Caves



Hamilton Pool



Reed Flute Cave



Luray Caverns, Virginia



Wookey Caves, England



Lechuguilla Cave



Macan Ché



Mexico



Banff, Canada

Selasa, 09 November 2010

Oath Youth

Oath Youth 
 

Every October 28, the Indonesian nation commemorates Youth Pledge. Ikhrar Youth Pledge II was born on Youth Congress held in Jakarta on October 27 to 28 1928. At that time the youth throughout Indonesia with the flag "jong" there are Java, Sumatra, Sulawesi, gathered for a unanimity embroidery mengikhrarkan one homeland, one nation and one language. Youth Pledge a milestone is very important and fundamental to the purpose of independent Indonesia.

Youth Pledge for the first time ever united in an attempt to seize independence from Dutch colonial hands. If in the days before the movement took
conducted its own independence, ethnic and regional character of the Youth Pledge of struggle after that is nationality. This is a new etnonasionalisme after the national revival May 20, 1908.

Youth no longer represent the interests of the region and tribe, but on behalf of the Indonesian nation. And interestingly, the initiative is coming from young people not from the elders. Youth with all its idealism able to formulate what would become the future of this nation that constantly seized with the shackles of colonialism. Youth with the spirit of pluralism and stripped of all able to unite all the cloak differences that hamper partition to independence.

It is not surprising that there is confidence without the Youth Pledge of independence of this nation can not be achieved. Youth Pledge to be a unifying event unanimity embroidery nation's children. Whereas in an atmosphere of national unity and integrity of all things become possible implemented including repel invaders from the Earth in Indonesia.

One of the weaknesses of the struggle for the independence movement there is no unity, scattered and easily boxed-boxing in the politics of divide. Ketokohan youth did not stop at the Youth Pledge. Gait youth continues in the era of independence when the young men "kidnapped" to Rengasdenglok Sukarno Hatta and then together to formulate the text of the proclamation which was played on August 17, 1945.

Without the text of the proclamation of the role youth can not be read out in East Pegangsaan 56 by Sukarno Hatta on behalf of the Indonesian nation. At the urging even the threat of Sukarno Hatta youth then "forced" to read the text independence.
Ketokohan youth continued in 1966 when the youth became a pioneer in the Old Order regime toppled.

1966 youth movement in the social control finally succeeded in overthrowing the Old Order regime of guided democracy. The role of social control that continued throughout the history of the New Order but with the threat of violence and repression. And at the end of the New Order in 1998 was arguably not the role of a small boy in overthrowing the New Order. The role of youth since the time of the independence movement is not small.

Unfortunately, history proves after successfully overthrowing the regime of arbitrary youths then left. The young men needed only moral support to topple a regime, but after that their work was almost forgotten. In fact, when power tends to corrupt and abuse the power of moral force is expected to youth.

Authority is only needed when there are youth wants. By the time power was successfully grasped, the youth then abandoned. The most obvious evidence is the weakness of government in fostering young people. Youth movements such as up to this moment remains a movement that half-hearted and hot-hot chicken shit. There are no adequate budgetary support for youth development through youth. No wonder the event is no more youth activities such as dating agents alone. Or the voice summary of the youth who just became carpenters seeking donations during Agustusan.

Governments often have slogans regeneration of the nation, but did not prepare the young generation to be the successor to the future. Not surprisingly, news of the youth also tend to be summary and half-hearted as entangled drugs, promiscuity, criminality because of the narrowness of young people the opportunity to actualize himself. Of course this condition is a challenge for the managers of the state. Allowing youth mired in hedonism scene especially drugs will be demoralizing and their future.

As the country and the government did not give adequate place for the youth, then it will happen in line with the regeneration crisis of leadership. Therefore, the momentum of Indonesian Youth Pledge young people are challenged to prove gait and its role that can do something even smaller for the nation and state. It is time for brave young men collect the government's promise. And do not let the youth co-opted and fragmented in practical politics and the party which benefits only a handful of people.

Youth Pledge event should be a reflection of many parties that the role and ketokohan youth should be brought back to life. Youth should be more involved in development and to proactively participate in the life of society, nation and state. Do not let the youth have a short memory just to work, marry, have children and do not have the slightest idea of thinking contributed to the nation. Congratulations celebrate Youth Pledge!

Senin, 18 Oktober 2010

Topologi Jaringan


TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, star dan peer-to-peer network. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
  1. Topologi BUS

Topologi bus terlihat pada skema di atas. Terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu:
Keuntungan: Kerugian:
- Hemat kabel - Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
- Layout kabel sederhana - Kepadatan lalu lintas
- Mudah dikembangkan - Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
- Diperlukan repeater untuk jarak jauh
  1. Topologi TokenRING
Topologi TokenRING terlihat pada skema di atas. Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap
informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan. Terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu:
Keuntungan: Kerugian:
- Hemat kabel - Peka kesalahan
- Pengembangan jaringan lebih kaku
  1. Topologi STAR
Merupakan kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server. Terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu:
Keuntungan:
- Paling fleksibel
- Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
- Kontrol terpusat
- Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
- Kemudahaan pengelolaan jaringan
Kerugian:
- Boros kabel
- Perlu penanganan khusus
- Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
  1. Topologi Peer-to-peer Network
Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.
Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin memberli komputer baru, katakanlah Pentium II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipelajari dan dipakai.

5. Topologi Mesh
Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secaralangsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkatdapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links). 
Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapatdihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkatlainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).

Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer akandihubungkan dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing komputer harusmemiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port (lihat gambar).

Dengan bentuk hubungan seperti itu, topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
  • Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melaluikomputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasidengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
  • Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akanmempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  • Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara duakomputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
  • Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.

Meskipun demikian, topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang dapat dicatatyaitu:
  • Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh makadiperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
  • Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini membutuhkan biaya yang relatifmahal.
  • Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dankonfigurasi menjadi lebih sulit.
  • Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalamruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.

Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengantopologi yang berbeda


6. Topologi Tree
Topologi Tree pada dasarnya merupakan bentuk yang lebih luas dari Topologi Star. Seperti halnya Topologi Star perangkat (node, device) yang ada pada topologi tree juga terhubung kepada sebuah pusat pengendali (central HUB) yang berfungsi mengatur traffic di dalam jaringan.

Meskipun demikian, tidak semua perangkat pada topologi tree terhubung secara langsung ke central HUB. Sebagian perangkat memang terhubung secara langsung ke central HUB, tetapi sebagian lainnya terhubung melalui secondary HUB (lihat gambar).

Pada topologi tree terdapat dua atau lebih HUB yang digunakan untuk menghubungkan setiap perangkat ke dalam jaringan. Keseluruhan HUB tersebut berdasarkan fungsinya terbagi menjadi dua bagian yaitu Active HUB dan Passive HUB.

Active HUB berfungsi tidak hanya sekedar sebagai penerus sinyal data dari satu komputer ke komputer lainnya, tetapi juga memiliki fungsi sebagai Repeater. Sinyal data yang dikirimkan dari satu komputer ke komputer lainnya memiliki keterbatasan dalam hal jarak, setelah berjalan sekian meter maka sinyal tersebut akan melemah. Dengan adanya fungsiRepeater ini maka sinyal data tersebut akan di-generate kembali sebelum kemudian diteruskan ke komputer yang dituju, sehingga jarak tempuh sinyal data pun bisa menjadi lebih jauh dari yang biasanya. Sedangkan Passive HUB hanya berfungsi sebagai penerus sinyal data dari satu komputer ke komputer lainnya.

Pada topologi tree, seperti pada gambar, Central HUB adalah selalu sebagai Active HUB sedangkan Secondary HUB adalah Passive HUB. Tetapi pada pelaksanaannya, Secondary HUB bisa juga sebagai Active HUB apabila digunakan untuk menguatkan kembali sinyal data melalui secondary HUB lainnya yang terhubung.

Karena pada dasarnya topologi ini merupakan bentuk yang lebih luas dari topologi star, maka kelebihan dan kekurangannya pada topologi star juga dimiliki oleh topologi tree. Perbedaannya adalah HUB dan kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya dengan mempertimbangkan segala hal yang terkait, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan. Meskipun demikian, topologi ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.